Iklan

Eaton UPS 5L 650 / 850VA Promo Sales Insentip

Apakah perlu menggunakan UPS (uninterrubtible power supply) !

Sumber daya utama di dunia adalah listrik. Semua alat elektrikal memerlukan listrik, mulai dari pabrik, perkantoran, medical, system telekomunikasi bahkan rumah tangga memerlukan listrik. Namun sumber daya utama ini tidak selalu dalam kondisi baik saat diterima oleh perangkat elektrikal.

Ada beberapa jenis gangguan yang sering terjadi pada listrik, diantaranya adalah :

  1. Noise
    Ini kalo tegangan (voltase) naik/turun tapi cuma sedikit (persentasenya kecil). Kalo standar 220 volt, sekitar 200 – 240 volt itu masih bisa dianggap noise. Kalopun selisih banyak, biasanya bertahap (gak langsung drop banget atopun tinggi banget). Noise yang macem begini biasa diatasi pake AVR. Tapi ya itu, AVR pun ada kelasnya. Ada yang cuma model sirkuit harga 50 ribuan, ada yang servo-motor harga 200 ribuan, ada yang ferro-resonant harga 700 ribuan (untuk 500VA semua loh). Ada harga ada rupa lah. PSU yang bagus juga biasanya sanggup ngatasi masalah Noise walopun gak pake AVR di luar PC.2. Blackout
    Ini kalo main power (PLN) tidak bekerja. Fungsi dasar UPS untuk mengatasi Blackout. Kalo mau ngetes fungsi UPS yang paling dasar ini ya cabut aja kabel power UPS nya dari stop kontak pas komputernya nyala. Tinggal diliat komputernya mati/restart gak.

    3. Brownout / Sag
    Ini kalo tegangan (voltase) dari main power turun (drop) dan naik lagi (kembali) dalam waktu yang sangat cepat. Dropnya bisa nyampe separo dari yang seharusnya, dan waktunya hanya sepersekian detik. Kita kadang bisa mendeteksi adanya Brownout ini ketika lampu di ruangan seperti berkedip.

    Penyebab Brownout pada umumnya adalah karena ada tambahan beban berat (heavy load) di jaringan listrik, misalnya ada yang nyalain mesin las listrik atau mesin produksi kapasitas besar. Tambahan bebannya itu gak harus di rumah / kantor kita lho, bisa aja tetangga kita yang nyalain mesin trus pengaruh ke listrik kita lewat jaringan PLN.

    Brownout ini lebih berpotensi menimbulkan masalah dibanding Blackout. UPS murahan belum tentu bisa ngatasi masalah Brownout ini. Yang harus diingat, kemampuan UPS untuk mengatasi Brownout ini TIDAK BISA dites dengan cara memutus main power ke UPS & menyambungnya kembali walaupun dalam waktu yang sangat singkat. Dulu UPS yang kualitasnya kurang bagus saya colokin ke stavolt, komputernya dinyalain, trus power switch dari stavoltnya di-off & on-kan secepat mungkin, komputer gak mati / restart. Tapi pas lampu di ruangan kedip, komputernya tetep restart juga.

    4. Surge & Spike
    Kebalikan dari Brownout / Sag, ini kalo tegangan (voltase) dari main power melonjak dan turun lagi (kembali) dalam waktu yang sangat cepat. Naiknya bisa nyampe puluhan kali dari yang seharusnya, dan waktunya hanya sepersekian detik. Jadi kalo tegangan normal listrik kita 220 volt, surge ini bisa bikin jadi 2000 volt atau bahkan 10000 volt.

Jika tidak di antisipasi gangguan-gangguan tersebut bisa mengakibatkan kerusakan, kegagalan fungsi alat elektrikal bahkan yang lebih ekstrim adalah terbakarnya perangkat elektrikal.

Saat ini, menggunakan UPS ( Uninterruptible Power Supply ) merupakan salah satu cara terbaik dalam mengantisipasi gangguan-gangguan listrik tersebut. Mengapa? Karena UPS dapat meminimalisir kerusakan yang terjadi pada perangkat elektrikal yang ditimbulkan oleh gangguan-gangguan tersebut. contohya saat anda menggunakan PC/ Komputer ketika tiba-tiba terjadi Black Out ( Pemadaman Listrik ) maka dengan adanya UPS  dapat di shut down secara normal untuk menjaga perangkat elektrikal anda dari kerusakan komponen-komponen pada PC terutama pada motherboard nya

penggunaan UPS  juga sangat bermanfaat ketika terjadinya pemadaman listrik secara tiba-tiba, sehingga resiko kehilangan data pekerjaan atau data penting lainnya yang belum sempat tersimpan ketika kita menggunakan computer /PC dapat dihindari. Perangkat UPS  yang baik kualitasnya adalah UPS yang sudah dilengkapi oleh AVR ( Automatic Voltage Regulator ), AVR berfungsi sebagai regulator tegangan yang masuk kemudian dikeluarkan dalam bentuk gelombang output yang sama baiknya dengan PLN.

 

Terima kasih semoga bermanfaat

UPS Tipe offline & online

UPS yang digunakan pada sebagian besar perangkat komputer saat ini, menggunakan teknologi solid-state untuk mengelola fungsi kontrol dan komunikasi mereka, dan karena itu digambarkan sebagai sistem UPS statis. Hal ini berbeda dengan sistem rotary sebelumnya yang sebagian besar telah tergantikan.

Sistim UPS statis tersedia di berbagai perangkat daya, namun semuanya dirancang di sekitar sumber energi tersimpan – biasanya baterai timbal / asam – yang mengakumulasi listrik dari suplai listrik utama selama ketersediaan daya normal, dan kemudian menyebarkannya ke beban kritis selama listrik gangguan pasokan atau pemadaman listrik. Ini berarti bahwa mereka menggunakan blok bangunan umum, Penyearah / charger untuk mengubah AC masuk menjadi arus pengisian DC untuk baterai, Sebuah inverter untuk menghasilkan arus AC untuk beban kritis, dan saklar statis untuk menghubungkan output inverter atau suplai listrik ke beban kritis sesuai kebutuhan keadaan.

Komponen ini berinteraksi dalam melindungi beban baik secara online, offline atau topologi garis-interaktif. Seperti yang akan kita lihat, mode ini mewakili trade-off yang berbeda antara modal, biaya operasi, dan tingkat perlindungan. Terserah masing-masing pengguna untuk menentukan pendekatan mana yang paling sesuai dengan kebutuhan beban pengolah data dan komunikasi, dan bisnis yang didukungnya.

Sistem UPS off-line disebut demikian karena beban diumpankan secara langsung dari induk mentah selama operasi normal, bukan dari keluaran inverter. Untuk itu, komponen penyimpan energi – pengisi daya, baterai dan inverter – tidak sesuai muatannya, meskipun pengisi daya dan baterai tetap terhubung ke kabel listrik untuk memastikan baterai selalu terisi penuh. Jika voltase utama gagal, atau melebihi batas yang dapat diterima, saklar statis segera menghubungkan keluaran inverter ke beban kritis. Selama pergantian ini ada istirahat yang tak terelakkan dalam kekuatan untuk beban biasanya 2 sampai 10 ms. Namun, dalam praktiknya, sebagian besar beban bisa melewati periode ini tanpa masalah.

Hal yang lebih serius terhadap sistem offline adalah bahwa muatan terus terpapar lonjakan, transien dan penyimpangan lainnya yang terjadi di saluran listrik, menimbulkan risiko kehilangan atau kerusakan pada peralatan dan data sensitif. Namun dalam banyak sistem risiko ini diatasi, meski tidak dihilangkan, dengan penekanan spike dan penyaringan frekuensi radio.

Keuntungan dari sistem UPS offline adalah bahwa mereka lebih murah untuk dibeli, dan tanpa charger dan inverter secara permanen dimuat, harganya lebih ekonomis dan hemat energi.

Berikut diagramnya :


Sebaliknya, sistem UPS online menarik daya melalui pengkondisian daya dan komponen pengisian daya selama pengoperasian normal, sehingga beban selalu menerima daya yang terkondisi daripada induk mentah. UPS online sering disebut tipe ‘konversi ganda’ karena daya masuk diubah satu kali ke DC, untuk baterai, dan kemudian kembali ke AC sebelum mencapai beban – yang karenanya terisolasi dengan baik dari kabel listrik. Selain itu, tidak ada gangguan daya jika baterai dipanggil untuk mengambil alih dari stopkontak.

Sistem UPS line-interactive pada dasarnya adalah topologi offline yang disempurnakan dengan penambahan fitur regulasi tegangan ke suplai listrik utama. Ini biasanya menggunakan transformator ferroresonant atau transformator buck-boost. Kedua pendekatan tersebut mengurangi frekuensi transfer ke baterai, sedikit meningkatkan efisiensi dan mengurangi keausan baterai. Desain Ferroresonant juga menawarkan pengkondisian listrik dan regulasi voltase yang ketat, serta toko energi yang dapat mempertahankan output power supply tanpa gangguan saat inverter menyala.

Saat ini, sebagian besar pengguna dengan muatan sangat kritis pasti akan memilih topologi UPS online; Kemampuannya untuk melindungi peralatan dan data sensitif dari masalah utama setiap saat jauh melampaui pertimbangan biaya tambahan – terutama karena perangkat keras UPS modern telah menjadi sangat efisien dalam operasi, secara signifikan mengurangi biaya operasi berlebih.

Berikut diagramnya